Asian Games 2018, Berujung Prestasi atau Frustasi ?

Pembukaan perhelatan pesta olahraga terakbar di Asia  baru akan dimulai pada tanggal 18 agustus 2018 , namun segala kemeriahan nya sudah terlihat sejak  beberapa bulan yang lalu. Asian games yang akan dibuka di Gelora bung karno telah menyita sebagian perhatian pemerintah saat . Triliyuan dana dikucurkan untuk mempersiapkan tempat  dan segala fasilitas yang dibutuhkan untuk Asian games. Kota Jakarta dan Palembang menjadi  kota yang mendapat perhatian khusus dari pemerintah. Indonesia menjadi salah satu negara di Asia yang dipercaya untuk kedua kalinya menghelat  perlombaan olahraga tingkat Asia. Berikut ulasan mengenai Asian Games yang menjadi momentum  berkumpulnya semua negara negara diberbagai belahan bumi Asia.

Sejarah Asian Games

Asian games pertama kali diadakan tahun 1951 di New Delhi , India dimana waktu itu di ikuti lebih kurang 400 atlet dari 11 komite Olimpiade Nasional (NOC ) dengan mempertandingkan 6 Cabang Olahraga . Asian Games diperjalanannya telah beberapa kali diadakan oleh Negara Asia seperti Jepang,Thailand, India, Cina, Iran ,Korea Selatan,qatar  serta Indonesia. Seiring perubahan waktu, cabang olahraga yang diperlombakan di ajang Asian games  mengalami perubahan yang cukup signifikan. Saat ini jumlah  cabang olahraga yang dipertandingkan sebanyak lebih kurang 40 cabang olahraga  dengan ribuan peserta dari berbagai negara di Asia. Keputusan mengenai cabang olahraga dan nomor nomor Asian games 2018 diambil dalam 36th OCA general Assembly, di Ashgabat,Trukmenistan pada 20 September 2017.

Sejarah mencatat tahun 1962, Indonesia untuk pertama kali dipercaya menjadi tuan rumah pada pelaksanaan Asian games yang ke 4. Ajang olahraga yang pertama kali digelar di Indonesia di buka secara resmi oleh Presiden Republik Indonesia yang pertama, Soekarno dimana pada saat itu di ikuti lebih kurang 1.400 Atlet yang mewakili 17 NOC Asia dengan 13 cabang olahraga dan memperebutkan 374 medali emas .

Asian games 2018 menjadi kali kedua Indonesia dipercaya menjadi tuan rumah untuk menggelar ajang olahraga yang diikuti oleh puluhan Negara Asia yang tergabung dalam  NOC. Pada pagelaran Asian Games kali ini, sebanyak 45 negara akan berlaga memperebutkan medali . Cabang olah raga yang dilombakan beragam, dari mulai cabang sepak bola hingga Kabaddi. Namun, di antara semua cabang, ada lima olah raga unik yang dilombakan untuk pertama kalinya .

Pembangunan Infrastruktur , Gotong royong Anak bangsa .

Pembangunan Infrastruktur , fasilitas sarana dan prasarana yang diperlukan selama kegiatan Asian games berlansung menyita anggaran lebih kurang 30 Triliyun Rupiah.  Pernyataan soal anggaran disampaikan Jusuf Kalla seusai melakukan rapat bersama Panitia Penyelenggara Asian Games (INASGOC) 2018 di Kantor Komite Olimpiade Indonesia (KOI), Jakarta, Sabtu (25/3/2017). Anggaran tersebut meliputi biaya penyelenggaraan, pembangunan infrastruktur, dan sarana transportasi pendukung Asian Games 2018 dengan total keseluruhannya bisa diprediksi mencapai Rp 30 triliun. Jusuf Kalla berharap, ke depannya akan ada pemasukan dari sponsor sehingga dapat membantu penyelenggaraan Asian Games 2018 yang akan berlangsung pada 18 Agustus hingga 2 September 2018.

Pemerintah Indonesia dalam ini sangat membutuhkan  kerjasama dengan berbagai pihak termasuk kerjasama dengan pihak swasta . Ketua Panitia Penyelenggara Asian Games atau Indonesian Asian Games Organizing Committee (Inasgoc) Erick Thohir mengatakan bahwa sudah semestinya pemerintah dan swasta bekerjasama menyukseskan Asian Games 2018. Perusahaan swasta yang turut menggelontorkan dana pada Asian Games mendatang antara lain, Grab Indonesia, PT Astra Internasional, PT Amerta Otsuka Indah, SsangYong Information Communication, PT Indofood Sukses Makmur, Aqua, Samsung Indonesia, PT Sinarmas APP dan Alfamart. Erick pun berharap Asian Games mendatang bisa mengangkat pamor atau branding Indonesia di mata dunia serta berdampak terhadap pertumbuhan ekonomi dan kunjungan wisata ke dalam negeri.

Melihat Sisi positif dan negatif  Pergelaran Pesta Olahraga terbesar Asia

Asian games 2018 nyatanya telah menyedot perhatian jutaan orang di Asia bahkan dunia. Setiap event yang diadakan tentu memiliki dampak positif dan negatif. Jika kita ingin melihat sisi positifnya, Asian Games 2018 nyatanya telah memberikan sumbangsih yang besar bagi peningkatan status ekonomi. Berdasarkan analisis Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas, pesta olahraga terbesar di Asia itu diproyeksikan menyumbang 0,34% bagi perekonomian DKI Jakarta dan 0,47% untuk Sumatera Selatan. Estimasi tersebut dalam analisis Bappenas, seperti dikutip CNBC Indonesia, Senin (30/7/2018), telah menghitung biaya investasi dan belanja pemerintah yang dikeluarkan, sampai dengan geliat konsumsi selama acara tersebut digelar.

Namun demikian , kemungkinan dampak negatif terhadap perekonomian juga akan terjadi. Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/ Kepala  Bappenas Bambang Brodjonegoro mengingatkan dampak negatif penyelenggaraan event olahraga tingkat internasional, seperti Asian Games 2018, terhadap perekonomian tuan rumah, jika tidak ada manajemen yang baik dari sisi utang dan juga fasilitas. Selain dampak negatif dibidang ekonomi, Indonesia sebagai tuan rumah penyelenggara juga akan menghadapi tantangan masalah lain ,salah satunya adalah masalah lingkungan. Catatan akhir tahun koalisi LSM untuk udara bersih di Indonesia “Gerak Bersihkan Udara” mengungkap bahwa kualitas udara di Indonesia tidak mengalami perbaikan yang signifikan, meskipun kesadaran masyarakat dan pemerintah akan bahaya polusi udara semakin menguat, khususnya jelang penyelenggaran ajang olahraga mancanegara Asian Games 2018.

Kendaraan bermotor di duga sebagai salah satu kontribusi polusi udara. Sumber CNN.

Menurut Ahmad Safrudin dari Komite Penghapusan Bensin Bertimbal, data pemantauan kualitas udara di berbagai kota (2001 – 2016) oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menunjukkan adanya risiko laten pencemaran udara yang ditandai tingginya paparan PM10, PM2.5, SO2, O3, CO, NOx, dan Pb. Zat berbahaya yang terdapat di polusi udara tersebut bersumber dari kendaraan bermotor, kebakaran lahan/hutan, pembangkit listrik, smelter, proses konstruksi, pengolahan sampah, rumah tangga, dan lain-lain.

Risiko laten polusi udara menyebabkan tingginya angka sakit termasuk yang penyakit kronis seperti jantung koroner, risiko cacat fisik, cacat mental, down syndrome, tremor, hingga kematian. Kasus di DKI Jakarta misalnya, 58,3 persen warganya terpapar penyakit akibat pencemaran udara dan harus membayar biaya kesehatan hingga Rp 51,2 triliun (2016). Tentu Pemerintah Indonesia harus memperhitungkan hal ini, sebab jika tidak, bukan saja risiko kesehatan yang akan muncul, namun juga akan berimbas ke perekonomian bangsa ini.

Tuan Rumah Asian Games 2018, peluang mengukir prestasi

Sebanyak 17 kali gelaran Asian games, Indonesia selalu menjadi salah satu negara di Asia yang mengikuti ajang bergensi terbesar di wilayah Asia sejak pertama kali diadakan di New Delhi India. Rekam Jejak perjuangan para atlet tanah air akan pencapaian dan torehan prestasi di bidang olahraga juga mengalami pasang surut. Negara Indonesia pernah meraih peringkat terendah pada saat  Asian games digelar di Doha  pada tahun 2006 silam . Saat itu Indonesia menduduki peringkat ke 22 dan berhasil meraih 2 medali emas. Pencapaian terbaik yang pernah diraih ada pada saat Asian games ke 4 yang diadakan di Jakarta pada tahun 1962. Saat itu indonesia menempati urutan ke 2 dengan perolehan 11 medali emas .

Pada cabang olahraga Sepak bola misalnya, Asian games menjadi saksi sejarah bagaimana timnas sepakbola Indonesia tertatih – tatih di perjalanannya karena terus mengalami kekalahan demi kekalahan. Namun demikian, pada saat Asian games di Tokyo,Jepang timnas sepakbola Indonesia berhasil mengukir prestasi dengan membawa pulang medali perunggu . Indonesia diharapkan bisa memperbaiki peringkatnya di level Asia. Target masuk 10 besar Asia pun dipatok pemerintah untuk atlet-atlet Indonesia.

Cabang Olahraga Bulutangkis menjadi cabang yang paling konsisten dan banyak menyumbang medali emas, dengan total 26 medali emas sejauh ini. Tenis menjadi cabor dengan emas terbanyak berikutnya disusul Atletik, Tinju , Perahu Naga dan Sepeda . Namun data itu tak menyurutkan Satlak Prima untuk mencapai ambisi 10 besar Asia. Ketua Satlak Prima Achmad Soetjipto mengatakan ada 15 cabang yang kemungkinan berpotensi meraih medali emas. Indonesia patut berbangga , meski prestasi dibidang olahraga pernah mengalami pasang surut, namun para atlet Indonesia tetap optimis bisa mempersembahkan yang terbaik  untuk negeri .

Referensi

https://olahraga.kompas.com/read/2017/03/25/19175681/anggaran.asian.games.2018.mencapai.rp.30.triliun.

https://nasional.kompas.com/read/2017/12/06/13343021/asian-games-9-perusahaan-swasta-kucurkan-dana-rp-76-miliar.

https://www.cnbcindonesia.com/news/20180730082855-4-25959/ini-sumbangsih-asian games-2018-bagi-pertumbuhan-ekonomi

https://www.bbc.com/indonesia/olahraga-45191783/ Lima cabang olah raga unik yang dilombakan perdana di Asian Games 2018.

https://sport.detik.com/sport-lain/3640265/ini-15-cabor-target-emas-indonesia-di-asian-games-2018

https://www.cnnindonesia.com/teknologi/20171220212015-199-263857/polusi-udara-pembunuh-senyap-kesehatan-atlet-asian-games.

Profil Penulis

 

Santri Pertiwi , Penulis yang lahir dan dibesarkan di Aceh Barat. Ia meraih gelar sarjana di Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Teuku Umar pada Oktober tahun 2013. Sejak SMA,ia telah menyukai dunia tulis menulis. Terpilih sebagai salah satu penerima beasiswa pendidikan LPDP RI pada tahun 2015, Ia menempuh pendidikan S2 di Program Studi Magister Kesehatan Lingkungan dengan mengambil konsentrasi pada bidang kesehatan lingkungan Industri . Ia juga  tergabung dalam beberapa komunitas sosial kemasyarakatan wilayah Aceh Barat dan merupakan salah satu pengurus Ikatan Ahli Kesehatan Mayarakat di wilayah Aceh Barat periode 2018-2022 yang membidangi Divisi kajian dan publikasi Ilmiah.  Alumni Magister Kesehatan Lingkungan UNDIP saat ini menjabat sebagai Ketua Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat STIKes Medika Teuku Umar Meulaboh Aceh Barat. Santri Pertiwi merupakan salah satu keluarga PK 30 LPDP RI.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*